Ada Duga program (P.3.GA I) Di Desa puraseda Jadi Sorotan publik,,
Bogor,,Leuwiliang Pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3G.A I) di Desa puraseda, Kecamatan Leuwiliang Kabupaten Bogor, ada dugaan menjadi sorotan. Proyek tersebut di duga di jadikan ajang bacakan oleh oknum wartawan dan Sgelintiran orang dan tidak sepenuhnya mengacu pada spesifikasi teknis setelah ditemukan penggunaan Batu galian di lokasi yang di bangun dan pasir lokal yang kualitasnya diragukan.
Berdasarkan temuan di lapangan,material batu galian di lokasi dan pasir yang digunakan dinilai kurang memenuhi standar untuk pekerjaan pasangan saluran irigasi. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran terhadap mutu konstruksi serta ketahanan bangunan dalam jangka panjang.

Apabila dugaan tersebut benar, pelaksanaan pekerjaan berpotensi tidak sesuai dengan ketentuan teknis yang telah ditetapkan dalam program (P3a I). Karena itu, pihak pelaksana dan instansi terkait diharapkan segera melakukan klarifikasi berkala serta pemeriksaan terhadap kualitas material yang digunakan.
Memang program (P3a i) di Anggarkan(1.950.000) per titik sesuai pengajuan dan usulan para kelompok tani tersebut akan tetapi angaran tersebut tidak seutuhnya di terima para kelompok tani ini.Ada dugaan program ini sudah terstruktur untuk bagi-bagi dari masing-masing porsinya
Dengan ramai nya pemberitaan ini seakan akan tidak di gubris atau di indahkan bahkan oknum wartawan tersebut itu ucapan.nya tidak beretika malah suruh di abaikan kami meminta kepada instansi terkait dari pihak balai untuk segera kroscek dan mengklarifikasi proyek pembangunan P3a.i yang ada di wilayah Leuwiliang Bogor
Program (P3a I) merupakan kegiatan yang bersumber dari anggaran negara dan bertujuan meningkatkan jaringan irigasi demi mendukung produktivitas pertanian. Oleh sebab itu, pelaksanaannya harus mengedepankan transparansi, akuntabilitas, Dan kepatuhan terhadap spesifikasi teknis Agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.jngan membangun asal-asalan hanya demi keuntungan semata
Dan ada dugaan salah satu oknum wartawan (Dian pribadi) yang membekingi proyek tersebut dan bekerjasama dengan kordinator bahkan dari kordinator ada pemotongan 30 % untuk pertanggung jawaban.nya kepada ketua kelompok tani tersebut untuk melancarkan demi kepentingan pribadi tidak memikirkan dampak nya,, sama aja tidak menghargai profesi wartawan
Hasil di kompirmasi pak kades melalui pesan watshap ,,Saya sebagai kepala desa hanya sebatas mengetahui ada program itu pak, selebihnya mungkin bisa langsung ke kelompok penerima manfaat nya pak
Redaksi









Tinggalkan Balasan