Di.Duga program p3a maju jaya Desa Bojong Rt 01 Rw 13 Di Jadikn Ajang Bacakan Para oknum ketua kelompok Dan jajaran nya termasuk papan impormasi peroyek tidak terpasang
Bogor- Proyek Peningkatan Jaringan Irigasi melalui Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI) Tahun Anggaran 2026 di Desa bojong , Kecamatan kelapanunggal Kabupaten bogor menjadi sorotan tajam masyarakat. Proyek yang bersumber dari APBN Murni dengan nilai Rp195 juta itu diduga dikerjakan asal jadi sehingga kualitas pekerjaannya dipertanyakan.
Program yang seharusnya meningkatkan fungsi jaringan irigasi untuk menunjang produktivitas pertanian justru memunculkan keluhan warga. Sejumlah bagian bangunan dinilai tidak menunjukkan hasil pekerjaan yang rapi dan mencerminkan mutu konstruksi yang semestinya.
Berdasarkan papan informasi proyek, pekerjaan berada di Daerah Irigasi (D.I.) Rentang dengan pelaksana P3A maju jaya mnurut kteu klompok tani dan masa pelaksanaan selama 90 hari. Namun, hasil pekerjaan di lapangan disebut-sebut tidak sebanding dengan besarnya anggaran yang digelontorkan pemerintah.
Warga menyoroti pasangan batu yang diduga dipasang kurang rapi, galian pondasi yang dinilai tidak maksimal, hingga dugaan konstruksi baru yang bertumpuk dengan bangunan lama. Temuan tersebut memunculkan dugaan bahwa pekerjaan tidak dilaksanakan secara optimal sejak tahap awal.
Sorotan juga mengarah pada bentuk pondasi yang dianggap janggal. Menurut warga, pondasi terlihat lebih lebar di bagian atas dibanding bagian bawah, sehingga menimbulkan pertanyaan mengenai kekuatan konstruksi apabila harus menahan beban dalam jangka panjang.
«”Saya melihat sendiri saat pekerjaan berlangsung. Setahu saya pondasi itu harus lebih lebar di bawah agar kuat. Ini justru terlihat sebaliknya. Lokasinya juga jauh dari permukiman sehingga menurut saya minim pengawasan,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.»
Warga menilai proyek yang menggunakan dana APBN seharusnya dilaksanakan secara profesional dan sesuai spesifikasi teknis. Mereka berharap kualitas pembangunan tidak dikorbankan hanya demi mengejar target penyelesaian pekerjaan.
«”Kalau memang menggunakan uang negara, hasilnya juga harus bisa dipertanggungjawabkan. Jangan sampai baru selesai dikerjakan, masyarakat sudah mempertanyakan kualitasnya,” kata warga lainnya.»
Munculnya berbagai sorotan tersebut membuat masyarakat mendesak instansi teknis, pengawas lapangan, hingga aparat berwenang untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap mutu pekerjaan. Audit lapangan dinilai penting guna memastikan proyek benar-benar sesuai spesifikasi, volume, dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang telah ditetapkan.
Apabila nantinya ditemukan ketidaksesuaian dengan ketentuan teknis maupun kontrak pelaksanaan, warga meminta dilakukan evaluasi menyeluruh dan perbaikan agar tidak berpotensi menimbulkan kerugian negara serta tidak mengurangi manfaat jaringan irigasi bagi para petani.
Hingga berita ini diterbitkan, P3A maju jaya a selaku pelaksana kegiatan belum memberikan tanggapan resmi. berupaya melakukan konfirmasi, namun belum memperoleh jawaban. Sesuai Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, redaksi membuka ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada P3A maju jaya Balai maupun pihak terkait lainnya demi menjaga prinsip keberimbangan dan akurasi pemberitaan pungkas …
( kordinator/ liputan jabar )









Tinggalkan Balasan