CIANJUR | Warga RT 03 RW 06 Kampung Lembur Tengah Desa Sukaraharja  Kecamatan Kadupandak menyampaikan jeluhan keras terkait kondisi jalan lingkungan yang hingga saat ini masih berupa tanah hampir tidak tersentuh pembangunan dari pemerintah desa.

Kondisi jalan yang belum dilakukan pengerasan maupun pengaspalan tersebut semakin memprihatinkan,terutama saat musim hujan.

Jalan berubah menjadi becek berlubang dalam kaya selokan licin dan sulit dilalui kendaraan roda dua,pejalan kaki aja sangat sulit melewati jalan tersebut,ini dinilai sangat menghambat aktivitas masyarakat sehari-hari.

Salah seorang warga menyampaikan bahwa kondisi tersebut sudah berlangsung lama tanpa adanya realisasi pembangunan yang jelas.“Kami sudah bertahun-tahun

Merasakan kondisi seperti ini.Bilamana hujan turun,jalan tidak bisa dilewati dengan normal sangat kesulitan,warga yang mau bekerja juga terganggu.

Kami merasa kurang mendapat perhatian dari kepemerintahan desa Sukaraharja sudah 4 kali pergantian kepala desa tetapi jalan ini belum tersentuh oleh angaran dana Desa atau Aspirasi dewan maupun yang lain nya,” ujar warga

Warga menilai jalan tersebut merupakan akses vital karena digunakan sebagai jalur utama mobilitas masyarakat, termasuk untuk kegiatan ekonomi dan sosial.Namun hingga kini,belum terlihat adanya langkah konkret dari Pemdes Sukaraharja untuk melakukan perbaikan.

Tokoh masyarakat setempat juga menegaskan bahwa warga tidak lagi membutuhkan janji Janji palsu dari sosok calon kepala desa Sukaraharja melainkan tindakan nyata.

Kami hanya meminta hak sebagai warga yaitu infrastruktur yang layak.Jangan sampai masyarakat terus dibiarkan menggunakan jalan yang tidak manusiawi seperti ini,” tegas warga

Masyarakat RT 03 RW 06 berharap Pemdes segera turun langsung meninjau lokasi dan mengalokasikan anggaran pembangunan secara transparan dan tepat sasaran,agar akses jalan dapat segera diperbaiki bisa dinikmati secara layak oleh warga.

Warga juga meminta agar persoalan ini menjadi prioritas pembangunan mengingat dampaknya yang langsung dirasakan oleh masyarakat setiap hari pungkas:

Dindin

Kordinator Liputan