BOGOR |Banyaknya masyarakat mengeluh kepada kepala desa terkait non aktifnya BPJS PBI,kepala desa mengadu pada dewan dalam Reses DPRD kabupaten Bogor

Hal itu di sampaikan ketua APDESI kecamatan Cibungbulang Kabupaten Bogor Subhan.Dalam aduannya Subhan mewakili para kepala desa di kecamatan Cibungbulang menyampaikan,”kami para kepala desa yang menghadapi langsung aduan dari masyarakat,banyak aduan masyarakat tentang penghapusan BPJS PBI,DTSEN dan Desil yang sepihak di non aktifkan atau di klasifikasikan berdasarkan Desil

Hampir setiap hari ada warganya yang mengadu kepada kepala desa terkait permasalahan mengenai kesulitan yang dihadapi ketika berobat ke Puskesmas atau rumah sakit,”Tambah Subhan

Kepala desa Situ ilir meminta solusi terbaik untuk warganya yang menghadapi penonaktifan BPJS PBI, DTSEN dan  Desil

Anggota DPRD komisi IV kabupaten Bogor Azwar Anas berjanji akan mengawal apa yang menjadi keluhan dan kebutuhan masyarakat kabupaten Bogor dan akan memanggil dinas terkait

“Reses di Kecamatan Cibungbulang kali ini banyak aspirasi terutama dari ketua APDESI,juga dari IPSM hampir sama terkait penghapusan BPJS

Di kecamatan Cibungbulang ada 1800 yang terhapus BPJSnya  mungkin ini juga terindikasi karena kenaikkan Desil karena tidak masuk dalam Desil 1,2 dan 3 ketika Desilnya lima keatas maka otomatis terhapuskan.

Hasil investigasi di lapangan harusnya  banyak yang mendapatkan malah Desilnya tinggi.

InshaAllah kami dalam Reses kali ini kami di komisi IV nanti juga akan memanggil dinas terkait,Dinsos ataupun dengan BPJS,akan mempertanyakan
bagaimana alur ketika pemindahan Desil yang terindikasi apa Desil itu dihapus atau BPJS dihapus,”ungkap Azwar kepada media.

Sementara itu masih di tempat yang sama anggota DPRD kabupaten Bogor komisi IV Ridwan Muhibi menegaskan tidak boleh ada warga ber-KTP Kabupaten Bogor tidak mendapat pelayanan dari Puskesmas atau rumah sakit.

Kami di pemerintahan bersama Bupati dan wakil Bupati konsen bagaimana UHC 100%.Komisi IV berusaha bagaimana UHC menjadi alternatif tidak boleh ada warga ber-KTP Kabupaten Bogor tidak bisa dilayani

Tidak ada alasan bagi Puskesmas,RSUD ataupun swasta menahan warganya berobat karena faktor lain seperti BPJSnya tidak aktif,”Tegasnya

Suhendar